Diduga Adanya Mafia Perbankan, Ahli Waris Lakukan Upaya Hukum

INDONESIASATU.CO.ID:

KOTA KEDIRI-Upaya mencari keadilan untuk mendapatkan asetnya yang hilang. Dilakukan ahli waris dari Abdul Mu'is (59) melalui tim kuasanya hukumnya, gugatan perbuatan melawan hukum (PMH).

Abdul Mu'is yang mempunyai hutang disalah satu bank berinisial D, yang sekarang pihak keluarga melakukan gugatan di Pengadilan Negeri Kediri Kota.

Melalui tim kuasa hukumnya, Adhimas Hanggono Adji, SH, perkara gugatan telah didaftarkan di Pengadilan Negeri Kediri Kota dengan nomor perkara 21/Pdt.G/2018.

Menurut keterangan kuasa hukum Adhimas Hanggono Adji, dalam akta addendum perjanjian kredit tanggal 6 Februari 2004 Nomor 8, debitur atas nama Abdul Mu'is mempunyai hutang sebesar Rp. 224.444.444,46. Namun Abdul Mu'is (debitur) pada tanggal 20 Maret 2009 meninggal dunia.

"Atas meninggalnya debitur, kemudian ahli waris memberitahukan kematian tersebut kepada bank D yang sekarang menjadi tergugat dalam nomor perkara 21/Pdt.G/2018.

Namun oleh bank kemudian diberi surat yang ditujukan kepada Abdul Mu'is perihal pelunasan berdasar surat nomor B.072/OL-SARM/0414 sebesar Rp. 75.000.000 tanpa memberi penjelasan terkait asuransi jiwa, "jelas Adhimas kepada media ini, Rabu (13/3/2019).

Dijelaskan Adhimas, bahwa pada tahun 2014 tanggal 26 September oleh bank dialihkan hutang kepada MR melalui akta cessie dimana debitur telah meninggal dunia sebesar sebesar Rp. 988.883.361,51.

"Oleh MR kemudian ditagihkan ke Abdul Muis pada tanggal 07 Nopember 2014, terlebih oleh MR asset yang menjadi jaminan di bank dijual lelang dan dimenangkan oleh SS dengan nominal Rp. 291.000.000.

Hal inilah menjadi awal mula tidak terima pihak ahli waris, sehingga ahli waris melakukan upaya hukum yang saat ini telah didaftarkan di Pengadilan Negeri Kediri Kota, "ungkap Adhimas.

Adhimas Hanggono Adji, SH, juga mengatakan bahwa perkara yang didaftarkan dengan nomor perkara 21/Pdt.G/2018, menurutnya bahwa peristiwa hukum atas gugatan ini adalah terjadinya hutang piutang berupa kredit 'Modal Kerja' sebesar Rp. 224.444.444,46 dimana debitur tersebut telah meninggal dunia.

Masih kata kuasa hukum ahli waris, kemudian atas hutang piutang tersebut, dilakukan Cessie antara TERGUGAT I kepada TERGUGAT III melalui TERGUGAT II dan TERGUGAT III menagih kewajiban sebesar Rp. 988.883.361,51. Dan oleh TERGUGAT III berusaha dijual melalui lelang dari TERGUGAT V.

"Gugatan dimenangkan oleh TERGUGAT IV dengan nilai Rp. 291.000.000. Hal tersebut adalah perbuatan melawan hukum dan sangat merugikan serta merampas asset secara paksa dan sarat ada permainan mafia bank.

Sehingga secara langsung kami memohon kepada hakim yang memeriksa perkara ini nantinya bisa obyektif dengan melihat fakta yang ada, "tuturnya.

Adhimas Hanggono juga berharap, sehingga nantinya, dalam memutuskan perkara ini bisa adil dan sesuai kaidah hukum yang berlaku.

"Karena ini merupakan salah satu bentuk ketidakadilan yang banyak dirasakan oleh masyarakat sebagai konsumen yang harusnya dilindungi oleh Undang-Undang," ungkapnya. (prijo) 

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

* Belum ada berita terpopuler.

Index Berita