Calon Icon Kabupaten Kediri, Percandian Leluhur Agung Kadhiri Pura Giri Natha

aangkediri, 05 Jul 2019,
Share w.App T.Me

KEDIRI. Calon Pura terbesar se-Jawa Timur bakal berdiri megah di Desa Banaran, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri. Pura berstatus milik Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) tersebut berada pada ketinggian 326 mdpl (meter diatas permukaan laut), dengan nama Percandian Leluhur Agung Kadhiri “Pura Giri Natha”.

Pelda Sunarto, Babinsa Koramil Kandangan bersama Tim Ekspedisi menemui langsung beberapa nara sumber setempat, guna mengetahui lebih dalam, terkait status tempat ibadah yang terbesar se-Jawa Timur itu. jumat (5/7/2019)

Menurut keterangan Ketua PHDI Kecamatan Kandangan, Kartiko, pembangunan Pura yang ada di Desa Banaran, tidak lain untuk memenuhi kebutuhan umat Hindu di desa tersebut pada khususnya, dan Kecamatan Kandangan pada umumnya.

Tempat ibadah di Kecamatan Kandangan, total ada 10 Pura, dan kesepuluh Pura tersebut tersebar di Desa Karang Tengah ada 1 Pura, Desa Banaran ada 1 Pura, Desa Medowo ada 4 Pura, serta Desa Mlancu ada 4 Pura.

Kendati kesepuluh Pura tersebut berlokasi di 4 desa saja, faktanya menjadi tempat ibadah bagi seluruh umat Hindu yang berdomisili di Kecamatan Kandangan.

Dikatakannya, rata-rata kapasitas Pura di Kecamatan Kandangan hanya muat sekitar 200 hingga 300 umat saja, dan jumlah tersebut relatif jauh lebih sedikit dibanding jumlah umatnya.

Kartiko menjelaskan, bila 10 Pura tersebut diasumsikan angka maksimal kapasitas, hanya bisa muat sekitar 3.000 orang saja. Padahal, jumlah umat Hindu yang tercatat di tahun 2018 lalu, menembus angka 6.208, dan angka tersebut dihitung dari usia balita hingga kakek nenek.

Ditempat terpisah, Ketua Panitia Pembangunan dan Perluasan Pura Giri Natha, I Gusti Ketut Putra menjelaskan, tata letak tempat pemujaan sebagai perwujudan yang dipuja  atau disebut Pelinggih, hampir secara keseluruhan sudah berbentuk.

Di lokasi keberadaan Pura Giri Natha, ia menjelaskan posisi masing-masing Pelinggih, dari Pelinggih utama atau Padma, dan disebelah kanannya adalah Pelinggih Stana Wisnu Airlangga, serta disebelah kirinya adalah Pelinggih Sanggah Surya. Selain itu, ia juga menunjukkan Pelinggih lainnya, sambil menunjukkan letak maupun nama-namanya.

Ketua Tim Konstruksi dan Konstruktor Pura Giri Natha, I Made Sukadana menjelaskan, kapasitas Pura ini bisa mencapai 500 hingga 600 orang.

Luas bangunannya bervariatif, lantaran terbagi atas beberapa bagian sesuai fungsinya masing-masing, dan bila secara keseluruhan dihitung mencapai sekitar 5.000 meter persegi.

Ditempat terpisah, ketua PHDI Desa Banaran, Supriyono menjelaskan, rencana pembangunan dan perluasan Pura Giri Natha ini berawal dari upacara “Dhramaning Pangentas Entas Pitra Yadnya Leluhur Agung Khadiri” yang dilaksanakan pada tahun 2016 silam.

Dari upacara tersebut, lahirlah ide untuk membangun Pelinggih Leluhur Agung Khadiri sebagai bentuk bakti kepada para leluhur, dan dari perjalanan panjang pada akhirnya dipilihlah lokasi di Pura Giri Natha.

Dijelaskan Supriyono, pembangunan dan perluasan Pura Giri Natha ini sebagai pusat pengembangan kebudayaan luhur nusantara, yang nantinya mampu memberikan efek positif bagi pengembangan sosial ekonomi masyarakat yang berada di sekitar Pura.

Ia optimis, Pura Giri Natha tidak hanya sebagai tempat ibadah saja, namun bakal menjadi salah satu icon wisata, lantaran statusnya sebagai Pura terbesar se-Jawa Timur. Saat diwawancarai, Supriyono menunjukkan contoh Pura yang bisa menjadi icon wisata, tidak hanya level nasional, bahkan level internasional. (aang)

 

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu